Masyarakat Diminta Turut jadi Pengawas Pemilu
TENGGARONG,
Akibat kurang ada sumber daya manusia untuk Panwaslu Kukar, masyarakat harus
berperan aktif menjadi pengawas di dalam pemilihan umum nanti.
Dosen Unmul Samarinda , Prof Aji Ratna Kusuma
mengatakan, pemimpin terpilih nanti itu sebagai representasi dari pemilihnya.
Ketika melihat hari ini kondisi pemerintahan atau negara carut marut, maka
jangan menyalahkan pemimpinnya hari ini, tapi kesalahan kita kenapa dulu memilihnya.
“Kesalahan
ini harus kita tanggung bersama-sama di kelak nanti ,” kata Ratna saat jadi
pembicara dalam Forum Group Discussion (FGD) Pengawasan Pemilu Partisipatif
yang digelar Panwaslu Kukar di Balroom Hotel Grand Elty Singgasana, Selasa
(12/12). Dalam diskusi kemarin,
Ratna
juga mengulas pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pengawasan proses
tahapan Pemilu. Ia menyinggung soal keterbatasan sumber daya pengawas.
Apalagi
saat ini struktur kelembagaan Panwaslu masih dalam bentuk ad hoc, belum badan.
Kondisi geografis Kukar sangat luas, ditambah sarana infrastruktur belum
memadai. Akses komunikasi dan transportasi juga sangat mahal jika semuanya
dibebankan kepada lembaga Panwaslu. Sehingga keterlibatan masyarakat sebagai
pengawas sangat diperlukan di sini.
Sementara
Plt Rektor Unikarta Erwinsyah sebagai narasumber, mengajak kepada masyarakat untuk membangun kesadaran
dalam proses penyelenggaraan pemilu. “Tidak mungkin muncul partisipasi dalam
Pemilu tanpa ada kesadaran dari diri kita sebagai warga untuk menyukseskan
pemilihan ini. Dalam pelaksanaan Pemilu, baik kita sebagai pemilih, peserta dan
penyelenggara, ini saling berkaitan satu sama lain ,” ujar Erwin.
Sedangkan
mantan Komisioner Banwaslu Kaltim Triyanto menegaskan, Panwaslu sebagai penyelenggara
Pemilu dapat dipidanakan jika tidak menindaklanjuti temuan atau masyarakat
terkait adanya pelanggaran atau penyimpangan dalam proses tahapan Pemilu. Lewat
kegiatan FGD ini, Panwaslu ingin membuka kesadaran masyarakat untuk partisipasi
dalam hal pengawasan tahapan Pemilu.
“Ini sangat penting mengingat kita memiliki keterbatasan sumber daya
pengawas, baik keterbatasan geografis, struktur serta legalitas sehingga peran
masyarakat patut didorong untuk melakukan pengawasan bersama Panwaslu,” kata Ali
Mukid, Ketua Panitia Acara FGD.*ric/poskotakaltimnews.com